Posts filed under 'Catatan'
Hari Bumi

Hari ini diperingati sebagai Hari Bumi Sedunia. Apa maknanya bagi kita? Sebagai masyarakat kecil sepertinya hari ini biasa saja, sama seperti hari-hari kemarin. Padahal tanpa sadar dengan ditetapkannya hari ini, 22 April sebagai Hari Bumi, berarti kita akan coba selalu diingatkan bahwa :
- Bumi juga perlu dijaga tidak hanya dikuras hasilnya
- Bumi akan ramah kalau kita sanggup berkawan dengannya
- Jangan pernah bilang “bumi murka”, karena sebenarnya kita yang selalu mengusiknya
- Kita harus sama-sama melindungi bumi dari perlakuan “tak bersahabat” dan “amoral”
- Buatlah bumi tersenyum
1 comment April 22, 2008
SLANK Dilawan
Mendengar rencana DPR-RI untuk menggugat (akhirnya dibatalkan) Slank gara-gara tembang “Gosip Jalanan”, sungguh menggelikan. Berbagai komentar muncul :
“Wakil-wakil kita itu sudah pada sakit semua”
“kAlAu GAk taHaN Di KriTik, mBok JAnGAn dUDuK di siTu”
“DPR, NgawuR, Itu saJA diUruS”
“KAYAk ORBA AJA, SENSITIF”
“SLANK yang emang slengean di gubris, rakyat yg nangis dibiarin”
“Itu hak Mereka, Hak DPR, juGa Hak SlanK”
“Makanya kalo rakyat biasa ngomong, didengar, rasaaiiiiiiiin”
“kalo rakyat kecil yang teriak budek, begitu Slank nyanyi, nyaring di telinga”
“munGkin Ada yang tersentil atau kebakaran jenggot kali..”
“Lagu itu lahir biasanya dari pengalaman atau fakta, jarang yg fiksi”
“Gila, DPR mau lawan Slank” (lagi…)
8 comments April 16, 2008
We do not need leader, but we do need leadership
Siapa yang dibutuhkan saat ini? Aceh masa depan bukan lagi membutuhkan seorang pemimpin, seorang penguasa, apalagi rezim. Yang sangat urgen bagi masyarakat sekarang adalah munculnya seorang yang mempunyai jiwa kepemimpinan. Untuk apa pemimpin (leader) kalau tidak memiliki jiwa kepemimpinan (leadership). Bagaimana mengelola Aceh yang dikenal berwatak keras kalau bukan dengan pola kepemimpinan yang baik. Kalau sekedar jadi pemimpin alias penguasa, di Aceh seabrek orangnya. Realita tersebut telah muncul dari sekarang, coba ikuti perkembangan politik di Serambi Mekkah, berapa partai lokal sekarang yang telah mendeklarasikan diri. Bukankah itu sudah bisa mengindikasikan kalau orang Aceh itu juga punya perangai tidak suka dipimpin namun lebih memilih untuk memimpin. Munculnya partai-partai lokal yang sudah melebihi sepuluh partai menandakan banyank orang di Aceh yang merasa sudah layak memimpin. Bagaimana dengan rakyat Aceh sendiri? We don not need leader, but we do need leader!
Add comment Januari 30, 2008

