DPR versus SLANK…..ngawur!

GOSIP JALANAN

Penyanyi :Slank

Pernah kah lo denger mafia judi
Katanya banyak uang suap polisi
Tentara jadi pengawal pribadi

Apa lo tau mafia narkoba
Keluar masuk jadi bandar di penjara
Terhukum mati tapi bisa ditunda

Siapa yang tau mafia selangkangan
Tempatnya lendir-lendir berceceran
Uang jutaan bisa dapat perawan
Kacau balau 2X negaraku ini

Ada yang tau mafia peradilan
Tangan kanan hukum di kiri pidana
Dikasih uang habis perkara

Apa bener ada mafia pemilu
Entah gaptek apa manipulasi data
Ujungnya beli suara rakyat

Mau tau gak mafia di senayan
Kerjanya tukang buat peraturan
Bikin UUD ujung-ujungnya duit

Pernahkah gak denger teriakan Allahu Akbar
Pake peci tapi kelakuan barbar
Ngerusakin bar orang ditampar-tampar

Mendengar rencana DPR-RI untuk menggugat (akhirnya dibatalkan) Slank gara-gara tembang “Gosip Jalanan”, sungguh menggelikan. Berbagai komentar muncul :

“Wakil-wakil kita itu sudah pada sakit semua”

“kAlAu GAk taHaN Di KriTik, mBok JAnGAn dUDuK di siTu”

“DPR, NgawuR, Itu saJA diUruS”

“KAYAk ORBA AJA, SENSITIF”

“SLANK yang emang slengean di gubris, rakyat yg nangis dibiarin”

“Itu hak Mereka, Hak DPR, juGa Hak SlanK”

“Makanya kalo rakyat biasa ngomong, didengar, rasaaiiiiiiiin”

kalo rakyat kecil yang teriak budek, begitu Slank nyanyi, nyaring di telinga”

“munGkin Ada yang tersentil atau kebakaran jenggot kali..”

“Lagu itu lahir biasanya dari pengalaman atau fakta, jarang yg fiksi”

“Gila, DPR mau lawan Slank”

Itu beberapa suara dari beragam orang yang sering kita dengar, kalo mau nguping terus, bisa gosong kuping untuk mendengarnya. Tapi itu kenyataan, realita menurut sebagian besar rakyat Indonesia.

Para pencipta lagu pun biasanya kalo untuk ngelahirin lagu juga pada umumnya diangkat dari pengalaman hidup, baik cinta maupun social. Kalu sebuah lagu lahir dari fakta bukan khayalan, maka syairnya akan lebih menyentuh buat yang mendengarnya.

Kalau kemudian lagu Slank “Gosip Jalanan”, jadi “mengerikan” buat telinga-telinga kaum dewan dan kerabatnya, itu persoalan lain. Persoalan lain itu adalah, karena para dewan itu merasa bait-bait itu sebagai semprotan atau pun membuka aib bagi mereka. Aib, ya aib! Karena di lagu itu yang dipaparkan adalah “beberapa” tingkah social dari anggota dewan yang melenceng dari tugas luhurnya sebagai Wakil Rakyat.

E..e…e…e, mendengar lagu itu (kok dulu-dulu gak di dengar, padahal lagu ini usianya sudah 4 tahun), para dewan latah ingin menggugat Slank. Rencana ini dengan sedikit dipelintir (menurut ibu Tiurna Sitompul?, di acara Democrazy nya MetroTV) dibeberkan oleh pers ke masyarakat.

Ha..ha..ha, tau lah masyarakat kita yang sudah seabrek gundahnya dalam menjalani hidup, mendengar hal-hal yang begini..hebooooooooh, pasti! Dimana-mana bersuara. DPR sok jago lah, DPR kuranng kerjaan lah, DPR kebakaran jenggot lah.

Kenapa anggota dewan marah-marah, sampai harus gugat Slank, (yang pada semua tau pendukungnya lebih banyak dari jumlah konstituen yang meloloskan para anggota dewan itu ke Senayan) padahal itu hanya sebuah lagu. Sensitif amat!

Ketika dalam acara Democrazy di MetroTV, ditanya kepada ibu Tiur (BK DPR RI), “Kenapa banyak anggota DPR sekarang sikapnya seperti yang digambarkan Slank”. Apa jawabnya. “Ini yang salah partai dan masyarakat, kenapa mencalonkan dan memilih anggota dewan yang moralnya kurang”. “untuk ke depan tolong jangan hanya karena lembaran 50 ribu rupiah langsung coblos dia”.

Uangnya boleh diambil, jarang-jarang di zaman paceklik seperti pada saat sekarang begitu mudah untuk dapetin Rp.50.000,-. Kecuali masih ada Uang Kaget sperti di RCTI. Tapi i=jangan coblos orang yang kasih duit, karena yang bagi-bagi duit ini pasti setelah pemilihan udah pada bokek, jadi wajar kalo waktu duduk di kursi DPR, yah..sibuk narik modal. Sedang kan yang gak bagi-bagi uang, pasti gak kehabisan uang.

Bagaimana kalau bukan gak mau bagi-bagi uang, tapi memang gak ada uang, kesempatan ada uang ya saat duduk di gedung rakyat. Bingung ah !

Hidup Slank, ajak dong para pemusik seluruh Indonesia untuk menelurkan lagu-lagu yang isinya mengkritisi oknum pejabat yang moralnya rusak. Bila perlu buat lagunya serempak, jadi semua lagu baru yang keluar nantinya isinya “kritis”. Sepertinya ini satu-satunya cara yang bisa membuka telinga mereka.

    • otakiri
    • Februari 5th, 2009

    hajar bro ………………
    dasar tukang tipu rakyat…..
    maling ………………
    anjing………..
    tukang buat mesum……………
    DPR…………otak taik kucing………nagkunya bisa wakili rakyat..
    bangsat…………!!!!!!!!!!!!!!

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: